Malay

Kronik Malaysia

Jika tidak ada kendala, pemungutan suara tingkat kebijakan APBN 2021 akan digelar sore ini.

Dijadwalkan setelah Menteri Keuangan, Tengku Zafrul Tengku Abdul Aziz menyampaikan penutupan pada pukul 14.00 WIB.

Dua kemungkinan akan terjadi dalam pemungutan suara sore ini – Anggaran 2021 disetujui atau ditolak.

Ditolak atau dikabulkan, sangat bergantung pada intisari pembubaran Tengku Zafrul nanti.

Seperti disinggung dalam debat sebelumnya, Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim menyatakan, blok oposisi hanya akan mendukung anggaran jika beberapa syarat yang diminta pemerintah dipenuhi.

Syarat yang diminta adalah penarikan EPF maksimum RM10,000, perpanjangan moratorium pinjaman bank selama enam bulan, pembatalan RM85,5 juta untuk Jasa dan RM8,5 juta untuk LSM politik, Penggerak Komuniti Negara.

Untuk BNBBC yang diketuai Najib Razak yang beranggotakan 23 anggota parlemen BN, tuntutan mereka secara khusus terkait penarikan EPF dan moratorium pinjaman bank.

Najib secara terbuka dalam debatnya menegaskan, kecuali syarat dipenuhi oleh pemerintah, BNBBC akan menolak APBN 2021.

Dikatakannya, jika pemerintah bisa mendeklarasikan PKPB berkali-kali, tidak ada alasan moratorium tidak bisa diperpanjang dan penarikan uang EPF diperbolehkan.

Dengan kata lain, suara BN tergantung pada apakah pemerintah siap memenuhi tuntutan atau sebaliknya.

Jika pemerintah tetap pada pendiriannya saat ini, BNBBC hampir pasti akan bergabung dengan blok oposisi dalam menolak anggaran.

Ketika anggaran ditolak, pemerintahan PN yang dipimpin oleh Muhyiddin Yassin terhitung jatuh dengan sendirinya.

Ini juga membuat untuk pertama kalinya dalam sejarah sebuah pemerintahan digulingkan melalui penolakan anggaran.

Namun, jika anggaran ditolak, Muhyiddin masih memiliki tiga opsi – mundur dengan kabinetnya, mencari pembubaran DPR untuk GE atau menyatakan keadaan darurat.

Banyak yang berharap dua opsi pertama, yakni mundur dan membubarkan DPR, tidak menjadi pertimbangan di benak Muhyiddin saat ini.

Muhyiddin dikatakan tidak mungkin mengundurkan diri karena pasti akan ditentang oleh dua seniornya di pemerintahan, Azmin Ali dan Hamzah Zainudddin.

Mengundurkan diri untuk membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan baru tidak hanya berarti berakhirnya masa depan Muhyiddin, tetapi juga berakhirnya karir politik kedua seniornya.

Apalagi bagi Azmin, kehilangan kekuasaan adalah momen yang paling ditakutinya, apalagi kemungkinan dirinya akan didakwa terkait “video Haziq”.

Demikian pula dengan mengajukan pembubaran DPR, dikatakan bukan pilihan Muhyiddin karena Yang Dipertuan Agong diyakini tidak memberikan persetujuannya terhadap hal tersebut karena wabah Covid19 masih dalam taraf mengkhawatirkan saat ini.

Toh, kalau pun pembubaran DPR disetujui, tetap saja akan menyulitkan Bersatu untuk bertarung di pilkada nanti.

Sebab, meski Pas merupakan komponen PN, namun partai juga sependapat dengan UMNO di MN dan jika posisi Bersatu dipandang lemah dan tidak mungkin menuju kemenangan, bukan tidak mungkin Pas lebih memilih UMNO ketimbang Bersatu.

Dengan demikian, opsi yang paling mungkin dilakukan Muhyiddin jika anggaran tersebut ditolak adalah dengan menyatakan keadaan darurat agar dapat terus memimpin pemerintahan untuk jangka waktu tertentu sebelum GE15 digelar.

Melalui kurun waktu tertentu, Muhyiddin dipercaya memanfaatkan semua peluang tersebut untuk memperkuat posisi Bersatu dan mencari teman yang benar-benar mau bersamanya menghadapi GE15.

Jadi, apakah negara akan dinyatakan dalam keadaan darurat sore ini?

Akankah Agong mengizinkan keadaan darurat kali ini setelah dia menolaknya sebelumnya?

Sekali lagi, kearifan Agong sangat diharapkan oleh seluruh rakyat Malaysia.

-https://shahbudindotcom.net/

.


Posted By : Hongkong Prize